STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD I
TUGAS
STRATEGI PEMBELAJARAN
TENTANG
PEMBELAJARAN DI SD I
]
DISUSUN OLEH:
RATNA JAMIL
(1820177)
KELAS 4.4 PGSD
DOSEN PEMBIMBING:
YESSI RIFMASARI, M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
(PGSD)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN STKIP AZDKI PADANG
2020
A.
Konsep
Belajar
Belajar
adalah suatu proses yang dilakukan boleh dalam waktu kapan saja atau tidak
terbatas waktunya. Belajar dan
pembelajaran merupakan dua konsep yang saling terkait satu sama lain. Aktivitas
belajar peserta didik hanya berlangsung di dalam suatu proses pembelajaran yang
dapat memberi kesempatan bagi mereka untuk mengemukan pendapatnya dengan baik.
Sebaliknya proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik bila mendapat
respons atau stimulus dari peserta didik. Konsep belajar dalam arti luas
merupakan suatu proses yang timbul atau berubahnya suatu tingkah laku yang baru
bukan disebabkan oleh kematangan dan sesuatu yang bersifat sementara sebagai
hasil dari terbentuknya respon utama. Belajar adalah suatu proses yang dilakukan
boleh dalam waktu kapan saja atau tidak terbatas waktunya.
Pengertian Belajar menurut para
ahli:
1. Hilgard
dan Bower, dalam buku Theories of Learning
(1975) mengemukakan, bahwa Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku
seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya
yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak
dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan, kemetangan,
atau keadaan-keadaan sesaat seseorang (misalnya kelelahan, pengaruh obat, dan
sebagainya).
2. Gagne, dalam buku The Conditions of Learning (1977)
menyatakan, bahwa Belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan
isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya berubah
dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu sesudah ia mengalami
situasi tadi. Jadi dapat kita simpulkan belajar menurut gane adalah suatu
proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengelaman.
Terdapat 3 atribut yaitu: proses, perubahan perilaku, dan pengelaman.
3. Morgan, dalam buku Introduction to Psychology (1978)
mengemukakan: Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam
tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasi dari latihan atau
pengalaman.
4. Witherington, dalam buku Educationan Psychology mengemukakan:
Belajar adalah suatu perubahan didalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai
suatu pola baru dari reaksi yang berupa kecakapan, kepandaian, kebiasaan,dan
pengertian.
5. Belajar menurut pandangjean piaget
Adalah ada dua proses
yang terjadi dalam perkembangan kognitif anak, yaitu proses assimilation dan
proses accommodation. Proses assimilation yaitu menyesuaikan atau mencocokkan
informasi yang baru diperoleh dengan informasi yang telah diketahui sebelumnya
dan mengubahnya bila perlu. Sedangkan proses accommodation, yaitu menyusun dan
membangun kembali atau mengubah informasi yang telah dikatahui sebelumnya
sehingga informasi yang baru dapat disesuaikan denga lebih baik.
Perbedaan belajar
dengan pembelajaran yaitu:
No.
|
Belajar
|
Pembelajaran
|
1.
|
Bisa dilakukan dalam waktu kapan saja
|
Waktu belajarnya dibatasi
|
2.
|
Kegiatan,proses,usaha serta wawasan diterangkan kembali apa
yang sudah di pelajari
|
Yang dilakukan dengan cara berkelompok, diskusi,dll.
|
3.
|
Tidak terstuktur
|
Sistematis atau terstruktur dan ada
evaluasi
|
B.
Karakteristik
proses belajar
Karakteristik
pembelajaran di SD di bagi yaitu:
1. karakteristik
pembelajaran di kelas rendah antara lain:
a. kongkret
yaitu, kegiatan langsung, nyata atau nampak yang mengarah kepada keseharian
pesrta didik agar mereka dapat mengerti dan paham dengan pembelajarannya.
contoh: dalam belajar
matematika tentang bola lalu kita kaitkan dengan barang apa saja yang berbentuk
bola yang nampak dalam keseharian anak. misalnya anak menjawab: ada kelereng,bola
basket dan lainnya buk.
b. integrative
yaitu, pembelajaran bertahap.
contohnya: guru
mengajar peserta didik dengan secara bertahap atau terstruktur sesuai yang
sudah ditetapkan agar peserta didik mengerti dan paham.
c.
hierarkis yaitu, pembelajaran
bertahap sesuai dengan kognitif peserta didik. Contohnya: mengasih soal cerita
atau lainnya yang menentang lalu peserta didik di suruh maju ke depan untuk
menjawabnya. lalu guru bilang siapa yang bisa menjawab cepat buk guru akan
kasih hadiah sehingga anak terpacu untuk memgemukakan pendapatnya tanpa
memikirkan benar atau bentul jawabannya.
]
2. karakteristik
pembelajaran di kelas tinggiSiswa
sudah mulai melakukan percobaan, eksperimen dan sudah mampu memecahkan
masalah yang dilakukan secara logis dan sistematis. Contohnya kegiatan belajarnya yaitu: memperagakan rangkaian gerak dengan alat music, mengempulkan bukti perkembangan makhluk hidup
C.
Tahap
perkembangan peserta didik
Tahap perkembangan anak
1.
Tahap sensorimotor (0-24 bulan) setiap bayi
lahir dengan reflex bawan dan dorongan untuk mengekspolasikan dunianya sendiri.
2.
Tahap praoprasional (2-7 tahun)
3.
Tahap operasional konkret( 7-11 tahun), pada
saat ini anak mampu melakukan pengurutan dan klasifikasi terhadap objek maupun
situasi tertentu.
4.
Tahap operasional formal (mulai 11 tahun), pada
saat ini, anak sudah mampu berpikir secara abstrak dan menguasai penalaran.
BalasHapusSyukron,... Sangat membantu
Sma² smga bermanfaat
Hapus
BalasHapusJelaskan pegertian belajar menurut para ahli
Jadi pengertian menurut para ahli itu banyak, jadi disini menurut Hilgard dan Bower, dalam buku Theories of Learning (1975) mengemukakan, bahwa Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan, kemetangan, atau keadaan-keadaan sesaat seseorang
HapusArtikelnyabbagus
BalasHapusThank
HapusSyukron🙏😊
Mengapa seorang guru membutuhkan strategi sebelum melaksanakan pembelajaran?
BalasHapusKarena kita sebagai seorg guru harus tau dlu strategi atau langkah- langkah apa yg ia lakukan untuk mengajar peserta didiknya supaya peserta didik tidak bosan, dan tidak menonton dlm menerima pelajaran sehingga guru harus megajar anak dengan sambil bermain, serta anak dapat belajar dgn tenang, tentram, dan gembira
BalasHapusSyukron
Artikel sangat membantu
BalasHapusMakasih Ega😊🙏
BalasHapus