Model-model Belajar dan Rumpun Model Mengajar II




TUGAS 
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
TENTANG 

"Strategi Pembelajaran  Di Sd Tentang 
Model-model Belajar dan Rumpun Model Mengajar"






Disusun oleh:
Ratna Jamil
(1820177)


Dosen Pengampu:
Yessi Rifmasari, M.Pd


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN AZDKIA 
PADANG 
2020




Model Belajar Dan Rumpun Model Mengajar

A.    Pengertian model pembelajaran langsung(Direct instruction)
Model pembelajaran langsung adalah salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan procedural yang terstruktur dengan baik serta dapat kita lakukan dengan secara bertahap, selangkah demi selangkah (Areands, 1997).
Pengertian lain dari model pembelajaran langsung (Direct Instruction) adalah model pembelajaran yang lebih menekankan penguasaan konsep atau perubahan perilaku seseorang dengn menggunakan pendekatan dedukatif. Di dalam ini guru berperan sebagai penyampai informasi, dengan menggunakan media yang mendukung. Misalnya: film, tape recorder, gambar, dan peralatan lainnya yang mendukung.
Yang dapat menunjang proses belajar siswa yang berkaitan:
1.      Pengetahuan deklaratif yaitu, pengetahuan tentang sesuatu dapat berupa fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi.
2.      Pengetahuan procedural yaitu, pengetahuan bagaimana melaksanakan sesuatu/ lankah yang kita lakukan selanjutnya.
3.      Jadi dapat kita simpulkan model pembelajaran langsung (Direct instruction) adalah kerangka konseptual yang menggambarkan preosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan serta dapat berfungsi sebagai pedoman bagi para pendidik/calon guru dalam merencanakan proses belajar mengajar.

B.     Tujuan pembelajaran langsung
Menurut widaningsih,dedeh (2010:151) antara lain: model pembealajaran langsung yaitu, model yang dirancang khus untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan proceduraldeng pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik atau sesuai dengan bahan ajar serta dapat dipelajari selangkah demi selangkah.




Ciri-ciri pengajaran langsung yaitu:
1.      Adanya tujuan pembelajaran dan procedur penilaian hasil belajar.
2.      Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran.
3.      Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang mendukung dan berlangsung dengan baik serta dapat menghasilkan pengajaran. Pembelajaran langsung ini yaitu: pembelajaran yang sesuai denga keseharian anak atau sesuai dengan tempat tinggalnya dimana dia berada, pembelajaran langsung ini bersifat fakta/nyata.

C.     Tahap model pembelajaran langsung
Tahap model pembelajaran ini terdiri dari 4 belajar antara lain:
1.      Belajar dengan beorientasi yaitu:
Adanya pendahuluan, mengetahui pengetahuan yang relevan dengan pengetahua yang telah dimiliki siswa atau bisa juga dengan bernyanyi dan mensurvei pembelajaran yang sudah pernah siswa pelajari kemaren.
a.       Mendiskusikan atau menginformasikan tujuan pelajaran.
b.      Memberikan penjelasan/arahan mengenai dengan kegiatan yang dilakukan agar siswa paham dan mengerti.
c.       Menginformasikan materi/konsep yang akan digunakan den kegiatan yang akan dilakukan agar sesuai apa yang diinginkan.
d.      Menginformasikan kerangka pelajaran.
2.      Belajar dengan cara presentasi yaitu:
a.       Penyajian materi dalam langkah-langkah kecil sehingga materi dapat dikuasai siswa dalam waktu yang relatif cepat dan pendek.
b.      Pemberian contoh-contoh konsep.
c.       Pemodelan atau mengguanakan alat peraga sesuai dengan materi yang di pelajari dengan cara demontrasi penjelasan langkah-langkah kerja terhadap tugas.
d.      Menjelaskan ulang kembali hal-hal yang tidek dimengerti siswa agar dapat dicarikan solusinya .

3.      Belajar secara struktur yaitu:
Memberikan umpan balik terhadap renspons siswa dan memberikan penguatan terhadap respons siswa yang benar dan mengkoreksi respon siswa yang salah

4.      Belajar dengan cara bimbingan yaitu:
Untuk mengakses/menilai kemampan siswa untuk melakukan tugasnya. Pada fase ini peran guru adalah memonitori dan memberikan bimbingan jika diperlukan.

5.      Belajar dengan cara mandiri yaitu:
Faktor ini dapat dilalui oleh siswa jika sudah mampu menguasai tahap-tahap pegerjaan tugas 85-90% dalam fase bimbingan jika di perlukan.

D.    Pengertian model pembelajaran berbasis masalah
Model pembelajaran berbasis masalah adalah suatu model pembelajaran yang dirancang pada prose penyelesaian maalah yang dihadapi secara ilmiah agar siswa mendapat pegetahuan penting. Dengan pendekatan PBL peluang bagi siswa dapat melakukan penelitian dengan berbasis masalah nyata dan autuentik.

1.      Langkah-langkah model pembelajaran berbasis masalah
            Menurut arends(dalam hariyanto dan warsono, 2012: 401) yaitu:
            1. Orientasi siswa pada masalah.
            2. Mengorganisasikan siswa.
            3. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok.
            4. Mengembangkan dan menyajikan hasil.
            5. Menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil pemecahan masalah.

2.      Peran guru, siswa dalam pembelajaran berbasis masalah yaitu:
a.       Peran guru sebagai pelatih dalam pembelajaran berbasis masalah
·         asking about thinking(bertanya tntang pemikiran).
·         memonitori pembelajaran.
·         menjaga agar siswa telibat
·         mengatur dinamika kelompok.
·         menjaga berlangsungnya proses belajar atau diskusi.
b.      Peran siswa sebagai problem solver dalam pembelajaran berbasis masalah
·         peserta yang aktif.
·         terlibat langsung dalam pembelajaran.
·         membangun pembelajaran.
c.       peran masalah sebagai awal tantangan dan motivasi dalam pembelajaran berbasis masalah
1.  menarik untuk dipecahakan.
2. menyediakan kebutuhan yang ada hubungannya dengan pelajaran yang dipelajari.

Syukron, Smoga bermanfaat 
























Komentar

  1. Assalamualaikum, artikelnya sudah bagus tapi yang mau ana tanyakan bagaimana seorang guru mengatasi masalah dalam pembelajaran masalah tersebut ? Syukron

    BalasHapus
    Balasan
    1. kita sebagai calon seorang guru harus tau bagaimana cara untuk mengatasi masalah yaitu, kita seorang guru terlebih dahulu harus bisa membuat suasana kelas yang tenang dan tentram sehingga peserta didik dapat belajr dengan nyaman dan tenang, serta menggunakan sarana prsarana yang lengkap sesuai dengan apa yang diperlukan dalam pelajaran tersebut. sekian trims

      Hapus
  2. Artikelnya bagus dan bermanfaat. Syukron😊

    BalasHapus
  3. Materi ny masih minim,. Klw bisa ditambahkan lagi

    BalasHapus
  4. baik lah trimakasih wulan kritiakannya, insyallah akan ana tambahkan materinya

    BalasHapus

Posting Komentar