pembelajaran kooperatif learning III
TUGAS
STRATEGI PEMBELAJARAN
TENTANG
PEMBELAJARAN
KOOPERATIF LEARNING (BERKELOMPOK)
DISUSUN OLEH
RATNA JAMIL
(1820177)
DOSEN PENGAMPU:
YESSI
RIFMASARI, M.Pd
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR(PGSD)
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN AZDKIA
PADANG
2020
PEMBELAJARAN
KOOPERATIF (BERKELOMPOK)
A. Pengertian model pembelajaran kooperatif
Kooperatif adalah rankain kegiatan
belajar yang dilakukan oleh siswa dengan cara berkelompok untuk mencapai tujuan
pembelajaran yang telah dirumuskan. Pembelajaran kooperatif ini focus pada
penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja dalam memaksimalkan kondisi
belajar untuk belajar ( menurut Sugianto.
2010:37).
Menurut Eggen dan Kauchak dalam Wardhani (2005),
model pembelajaran merupakan pedoman dalam bentuk program atau instruksi untuk
strategi pengajaran yang dirancang agar mencapai pembelajaran. Pedoman tersebut
berisi tanggung jawab guru dalam merencanakan, melaksanakan, serta mengevaluasi
kegiatan pembelajaran.
Menurut Nur (2000), Seluruh model pembelajaran ditandai dengan adanya struktur
tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan. Struktur tugas, struktur
tujuan dan struktur penghargaan pada model pembelajaran kooperatif berbeda
dengan struktur tugas, struktur tujuan serta struktur penghargaan model
pembelajaran yang lain.
B. Karakteristik pembelajaran
kooperatif
1.
Positive Independence (saling
ketergantungan positif) yaitu hubungan timbal balik yang didasari danya
kepentingan yang sama.Personal Responsibility (tanggung jawab
perseorangan)yaitu mengenal materi pelajaran dalam anggota kelompok. Sehingga
siswa termotivasi untuk membantu temannya membutuhkan keluwesan.
2.
Face to Face Promotive
Interaction (interaksi promotif) yaitu interaksi yang langsung terjadi antara
siswa tanpa adanya perantara.
3.
Interpersonal Skill
(komunikasi antar anggota) yaitu menciptakan hubungan antar pribadi, mengembangkan
kemampuan kelompok dan memelihara hubungan kerja yang efektif.
4.
Group Processing (pemrosesan
kelompok) yaitu meningkatkan ketrampilan bekerja sama dalam memecahkan masalah
Ciri-ciri
pembelajaran kooperatif
1. Siswa dalam kelompok secara
kooperatif melengkapi materi pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar yang
ingin dicapai.
2. Kelompok dibentuk dari siswa yang
mempunyai kemampuan berbeda, baik tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah.
Jika memungkinkan anggota kelompok berasal dari berbagai ras, budaya, suku dan
memperhatikan kesetaraan gender.
3. Penghargaan lebih ditekankan dalam
kelompok daripada masing-masing individu.
Langkah-langah
pembelajaran kooperatif
Terdapat
enam langkah dalam model pembelajaran kooperatif yaitu:
1.
Menyampaikan
tujuan serta memotivasi siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
mengkomunikasikan kompetensi dasar yang ingin dicapai dan memotivasi siswa.
2.
Penyajian
informasi. Guru memberikan informasi kepada siswa.
3.
Atur
siswa menjadi kelompok belajar. Guru memberi tahu pengelompokan siswa.
4.
Membimbing
kelompok belajar. Guru memotivasi dan memfasilitasi pekerjaan siswa dalam
kelompok belajar kelompok.
5.
Evaluasi.
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi pembelajaran yang telah
diterapkan.
6.
Berikan
penghargaan. Guru menghargai hasil belajar individu dan kelompok.
tujuan
pembelajaran kooperatif yaitu:
1. Hasil belajar akademik, Dalam pembelajaran kooperatif walaupun mencakup berbagai
tujuan sosial, itu juga meningkatkan prestasi siswa atau tugas akademik penting
lainnya.
2. Penerimaan perbedaan individu, tujuan lain dari model
pembelajaran kooperatif adalah penerimaan luas orang yang berbeda berdasarkan
ras, budaya, kelas sosial, kemampuan, dan kecacatan.
3. Pengembangan keterampilan sosial, tujuan penting ketiga dari
pembelajaran kooperatif ialah untuk mengajarkan keterampilan kolaborasi dan
kolaborasi siswa.
C. Rumpun model pembelajaran
1.
Model pembelajaran pengolahan informasi
adalah bertitik tolak pada prinsip-prinsip pengolahan informasi yaitu:
cara-cara manusia menanggapi rangsangan dari lingkungan, mengorganisasikan
data, menggenali masalah dan mencoba untuk mencari solusinya serta
mengembangkan konsep-konsep bahaa untuk menanggani masalh tersebut.
2.
Rumpun model-model pembelajaran individu
adalah memfokuskan pada pengembangan pribadi dengan menekankan pada proses
mengkontuksi dengan mengorganisasikan realita yang memandang manusia sebagai
pembuat makna.
D. Model pemrosesan informasi
Model pemrosesan informasi yaitu, suatu proses yang
terjadi pada peserta didik untuk mengolah informasi, memonitorinya dan menyusun
strategi yang berkenaan dengan informasi. Dengan inti pendekatannya lebih
menekan proses cara berpikir.
Karakteristik Umum Model Pemrosesan Informasi
o
Berprinsip
pada pengolahan informasi oleh manusia dengan memperkuat dorongan-dorongan
internal / masalah dan mengupayakan jalan keluarnya serta pengembangkan bahasa
untuk dari dalam dirinya untuk memahami dunia dengan cara menggali dan
mengorganisasikan data, merasakan adanya mengungkapkannya.
o
Menekankan
pada peserta didik agar memiliki kemampuan untuk memproses informasi.
E. Model personal
Pembelajaran secara personal adalah
kegiatan mengajar guru yang menitik beratkan pada bantuan dan bimbingan belajar
kepada masing-masing individu (menurut dr.ratna puspita (2017:3). Ciri-cirinya
pembelajaran personal dari segi:
1.
Tujuan pengajaran
2.
Siswa sebagai subjek belajar
3.
Guru sebagai pembelajar
4.
Program pembelajaran
5.
Orientasi dan tekanan utama dalam
pelaksanaan pembelajaran.
F. Model sosial
Model-model pembelajaran rumpun
sosial menggabungkan antara belaajr dan masyarakat. Kedudukan belajar di sini
adalah bahwa perilaku kooperatif tidak hanya merupakan pemberi semangat sosial,
tetapi juga intelektual. Sebaliknya tugas-tugas yang sering dilakukan dalam
kehidupan sosial dapat dirancang untuk meningkatkan belajar/keakademisan.
Menurut sagala (2003) dalam
ruminasi(2006. 1-15) yaitu, model pembelajaran sosial merupakan model yang
lebih terfokus pada hubungan individu(siswa) dengan individu lainnya(bukan guru
ataupun teman sekelasnya. Dalam pembelajaran ini siswa terlibat dalam alam
demokratis dan bekerja secara produktif di alam masyarakat.
Menurut uno hamzah (2008:25) yaitu,
model yang lebih menekankan pada hubungan individu dengan masyarakat atau orang
lain, terlibat dalam proses demokratis dan bekerjasama dengan masyarakat secara
produktif.
DAFTAR
PUSTAKA
Suprijono,Agus.
2006.Cooperatif Learning (Teori
&Aplikasi Paikem).
Lie, Anita.
(2005). Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperative Learning
di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta : Grasindo.
Slavin,
Robert E. (1990) Cooperative Learning; Theory, Research
and Practice, Second Edition. Boston : Allyn and Bacon.
Materi ny sangat bagus😊
BalasHapusMaterinya bagus dan sangat bermanfaat
BalasHapus