TUGAS 5 PEMILIHAN METODE MENGAJAR
TUGAS
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
TENTANG
PEMILIHAN METODE MENGAJAR
DISUSUN
OLEH:
RATNA
JAMIL
1820177(PGSD
4.4)
DOSEN
PENGAMPU:
YESSI
RIFMASARI, M.Pd
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN AZDKIA
PADANG
2020
A.
Hakikat
dan faktor-faktor dalam pemilihan metode mengajar
Metode mengajar merupakan suatu
komponen yang harus digunakan dalam kegiatan pembelajaran karena untuk mencapai
tujuan pembelajan maupun dalam upaya membentuk kemampuan siswa diperlukan suatu
metode atau cara mengajar yang efektif. Metode mengajar harus dapat menciptakan
terjadinya interaksi atara siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru,
sehingga proses pembelajaran dapat dolakukan secara maximal. Metode mengajar
sebagai strategi dalam mencapai tujuan belajar mengajar harus dipilih dan
ditentukan lebih dahulu sebelum diselenggarakan kegiatan belajar mengajar. Tujuan
yang telah ditentukan perlu didukung oleh metode mengajar yang tepat.
Guru dapat menentukan lebih dari satu tujuan belajar mengajar dan dapat
menggunakan beberapa metode mengajar.
Dalam praktek guru sering membuat
kombinasi dari beberapa metode mengajar guna mempermudah percapaian tujuan
belajar mengajar.
Pemilihan dan penentuan metode ini
didasari adanya metode tertentu yang tidak dapat dipakai untuk mencapai tujuan
tertentu ( Syaiful Bahri Djamarah, 1997 ) sebagai contoh tujuan yang telah
dirumuskan adalah menyusun laporan keuangan, untuk mencapai tujuan tersebut
maka metode diskusi misalnya kurang cocok untuk digunakan. Metode demonstrasi
dan latihan lebih tepat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Metode mengajar harus sejalan dengan tujuan yang
hendak dicapai, dengan kata lain metode mengajar harus tunduk pada tujuan.
Metode pembelajaran merupakan cara yang
digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk
kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Belajar untuk
mencapai tujuan belajar secara tepat. Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan
sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah
disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Jika strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual, maka untuk
mengimplementasikannya digunakan metode pembelajaran. Dengan kata lain,
strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode
adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008).
Terdapat beberapa metode pembelajaran
yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran anak usia
dini, diantaranya: diantaranya: ceramah,
demonstrasi, bercakapcakap, simulasi, praktik, bermain peran, karya wisata
brainstorming, bermain, dan sebagainya.
Ada beberapa prinsip yang perlu
diperhatikan dalam penggunaan metode mengajar ini, prinsip tersebut terutama
berkaitan dengan faktor perkembangan kemampuan siswa, diantaranya berikut ini:
1. Metode mengajar harus memungkinkan
dapat memberikan rasa ingin tahu siswa lebih jauh terhadap materi pelajaran (curiosity).
2. Metode mengajar harus memungkinkan
dapat memberikan peluang untuk berekspresi yang kreatif dalam aspek seni.
3. Metode mengajar harus memungkinkan
siswa belajar melalui pemecahan masalah.
4. Metode mengajar harus memungkinkan
siswa untuk selalu ingin menguji kebenaran sesuatu.
5. Metode mengajar harus memungkinkan
siswa untuk melakukan penemuan (inkuiri) terhadap sesuatu topik permasalahan.
6. Metode mengajar harus memungkinkan
siswa mampu menyimak.
7. Metode mengajar harus memungkinkan
siswa untuk belajar secara mandiri (independent study)
8. Metode mengajar harus memungkinkan
siswa untuk belajar secara bekerja sama (cooperative learning).
9. Metode mengajar harus memungkinkan
siswa untuk lebih termotivasi dalam belajarnya.
Penggunaan metode mengajar dalam pembelajaran ditinjau dari
segi prosesnya memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut :
1.
Sebagai
alat atau cara untuk mencapai tujuan pembelajaran atau membentuk kompetensi
siswa. Setiap pembelajaran memiliki tujuan sehingga dalam proses
pembelajarannya harus ada suatu cara maupun teknik yang memungkinkan dapat
mencapai tujuan tersebut secara efektif.
2.
Sebagai
gambaran aktivitas yang harus ditempuh oleh siswa dan guru dalam kegiatan
pembelajaran. Tahapan-tahapan kegiatan belajar mengajar pada dasarnya adalah
prosedur dari masing-masing metode yang digunakan dalam pembelajaran tersebut.
3.
Sebagai
bahan pertimbangan dalam menentukan alat penilaian pembelajaran. Karakteristik
metode mengajar dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk penilaian, misalnya
kegiatan pembelajaran yang menggunakan metode ceramah, tanya jawab akan berbeda
penilaiannya dengan metode demonstrasi atau latihan/praktik.
4. Sebagai
bahan pertimbangan untuk menentkan bimbingan dalam kegiatan pembelajaran,
apakah dalam kegiatan pembelajaran tersebut perlu bimbingan secara individu
atau kelompok.
Memperhatikan beberapa hakikat dan prinsip-prinsip metode
mengajar di atas menunjukkan betapa pentingnya suatu metode pembelajaran dalam
mencapai tujuan pembelajaran.
Penggunaan
metode mengajar dalam pembelajaran ditinjau dari segi prosesnya memiliki
fungsi-fungsi sebagai berikut :
1.
Sebagai
alat atau cara untuk mencapai tujuan pembelajaran atau membentuk kompetensi
siswa. Setiap pembelajaran memiliki tujuan sehingga dalam proses
pembelajarannya harus ada suatu cara maupun teknik yang memungkinkan dapat
mencapai tujuan tersebut secara efektif.
2.
Sebagai
gambaran aktivitas yang harus ditempuh oleh siswa dan guru dalam kegiatan
pembelajaran. Tahapan-tahapan kegiatan belajar mengajar pada dasarnya adalah
prosedur dari masing-masing metode yang digunakan dalam pembelajaran tersebut.
3.
Sebagai
bahan pertimbangan dalam menentukan alat penilaian pembelajaran. Karakteristik
metode mengajar dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk penilaian, misalnya
kegiatan pembelajaran yang menggunakan metode ceramah, tanya jawab akan berbeda
penilaiannya dengan metode demonstrasi atau latihan/praktik.
4.
Sebagai
bahan pertimbangan untuk menentkan bimbingan dalam kegiatan pembelajaran,
apakah dalam kegiatan pembelajaran tersebut perlu bimbingan secara individu
atau kelompok.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan
dalam pemilihan metode mengajar antara lain:
1.
Tujuan
Pembelajaran atau Kompetensi Siswa
Tujuan pembelajaran atau kompetensi
yang akan dicapai siswa merupakan faktor utama yang harus dipertimbangkan dalam
pemilihan metode mengajar. Tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar merupakan
pernyataan yang diharapkan dapat diketahui, disikapi, dan atau dilakukan siswa
setelah mengikuti proses pembelajaran. Rumusan tersebut sebagai dasar acuan
dalam melakukan pembelajaran. Oleh karena itu, pemilihan metode mengajar harus
berdasarkan pada tujuan pembelajaran atau kompetensi yang akan dicapai siswa.
a.
Kognitif
1) Pengetahuan, lebih menitikberatkan
pada kemampuan mengetahui, atau untuk mengingat sesuatu.
2) Pemahaman, lebih menekankan pada
kemampan menerjemahkan, memahami sesuatu dan seterusnya.
3) Penerapan, lebih menekankan pada
kemampuan membuat, mengerjakan atau menggunakan teori atau rumus.
4) Analisis, lebih menekankan pada
kemampuan mengkaji, menguraikan, membedakan, mengidentifikasi, dan seterusnya.
5) Sintesis, lebih menekankan pada
kemampuan menggabungkan, mengelompokkan, menyusun, membuat rencana program dan
seterusnya. Evaluasi, lebih menekankan pada kemampuan menilai berdasarkan norma
atau kemampuan menilai pekerjaan sesuatu.
b. Afektif
1) Penerimaan, lebih menekankan pada kemampuan
peka, atau kemampuan menerima.
2) Partisipasi, lebih menekankan pada
turut serta pada sesuatu kegiatan dan kerelaan hati.
3) Penilaian dan penentuan sikap, lebih
menekankan pada menentukan sikap. Organisasi, kemampuan membentuk sistem nilai
sebagai pedoman hidup. Pembentukan pola hidup, lebih menekankan pada
penghayatan dan pegangan hidup.
c. Psikomotor
1) Persepsi, lebih menekankan pada
kemampuan berpendapat terhadap sesuatu dan peka terhadap sesuatu hal.
2) Kesiapan, kemampuan bersiap diri
secara fisik.
3) Gerakan terbimbing, kemampuan dalam
meniru pekerjaan lain/ meniru contoh.
4) Gerakan terbiasa, keterampilan yang
berpegang pada pola.
5) Gerakan yang kompleks, keterampilan
yang lincah, cepat, dan lancer. Penyesuaian, keterampilandalam mengubah dan
mengatur kembali. Kreativitas, kemampuan dalam menciptakan pola baru.
2.
Karakteristik
Bahan Pelajaran/Materi Pelajaran
Salah satu faktor yang perlu
dipertimbangkan dalam memilih metode mengajar adalah karateristik bahan
pelajaran. Ada beberapa aspek yang terdapat dalam materi pelajaran, aspek
tersebut terdiri dari aspek konsep, prinsip, proses, nilai, fakta, intelektual,
dan aspek psikomotor.
a.
Aspek
konsep (concept), merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan
dengan pengertian, atribut, karakteristik, label atau ide dan gagasan sesuatu.
Artinya guru akan memilih metode mana yang dianggap sesuai jika akan
mengajarkan tentang konsep, begitu juga dengan aspek yang lainnya.
b.
Aspek
fakta (fact), merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan dengan
peristiwa-peristiwa yang lalu, data-data yang memiliki esensi objek dan waktu,
seperti nama dan tahun yang berhubungan dengan peristiwa atau sejarah.
c.
Aspek
prinsip (principle), merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan
denga aturan, dalil, hukum, ketentuan dan prosedur yang harus ditempuh. Aspek
proses (process), merupakan substansi materi pelajaran yang berhubungan
dengan rangkaian kegiatan, rangkaian peristiwa, dan rangkaian tindakan.
d.
Aspek
nilai (value), merupakan substansi materi pelajaran yang berhubungan
dengan aspek perilaku yang baik dan buruk, yang benar dan salah, yang
bermanfaat dan tidak bermanfaat bagi banyak orang.
e.
Aspek
keterampilan intelektual (intellectual skills), merupakan substansi
materi pelajaran yang berhubungan dengan pembentukan kemampuan menyelesaikan
persoalan atau permasalahan, berpikir sistematis, berpikir logis, berpikir
taktis, berpikir kritis, berpikir inovatif, dan berpikir ilmiah.
f.
Aspek
keterampilan psikomotor (psychomotor skills), merupakan substansi materi
pelajaran yang berhubungan dengan pembentukan kemampuan fisik.
3.
Waktu
Pemilihan metode mengajar juga harus memperhatikan alokasi waktu yang tersedia dalam jam pelajaran, ada beberapa metode mengajar yang dianggap relatif banyak menggunakan waktu, seperti metode pemecahan masalah, dan inkuiri. Penggunaan metode ini kurang tepat jika digunakan pada jam pelajaran yang alokasi waktunya telatif singkat sehingga penguasaan materi tidak akan optimal demikian pula dengan pembentukan kemampuan siswa.
4.
Faktor
Siswa
Faktor siswa merupakan salah satu
faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan metode mengajar, selain
faktor-faktor yang telah dikemukakan diatas. Aspek yang berkaitan dengan faktor
siswa terutama pada aspek kesegaran mental (faktor antusian dan kelelahan),
jumlah siswa dan kemampuan siswa. Guru harus bisa mengelola pembelajaran
berdasarkan jumlah siswa dan harus mengatur rempat duduk supaya sesuai dengan
kondisi siswa dalam belajar. Fasilitas, Media, dan Sumber Belajar. Supaya
memperoleh hasil belajar yan optimal maka setiap peristiwa pembelajaran harus
dirancang secarasistematis dan sistemik.
B.
Jenis-jenis
metode mengajar
1. Metode
Ceramah - Lecture (Kochlar, 1992; Lee dalam Kochhar, 1992; Gulo, 2012;
Vishwanath, 2006; Anas (2014), adalah cara guru menyampaikan pelajaran secara
lisan, formal dan terencana dengan baik yang ditujukan untuk menjelaskan
beberapa permasalahan atau topik tertentu kepada sekelompok peserta didik
Kelebihan:
Kelebihan:
a. Murah,
sederhana
b. Dapat
menyajikan materi yang luas,
c. Guru
dapat mengatur materi yang perlu ditonjolkan.
Kelemahan:
a. Materi
yang dikuasai peserta didik hanya terbatas pada materi yang dikuasai guru;
b. Peserta
didik cenderung mengantuk;
c. Tidak
diketahui apakah peserta didik mengerti atau tidak.
2.
Diskusi atau discussion (Kochhar, 1992;
Gulo, 2012; Rianto, 2006; Lakshmi, 2010; Vishwanath, 2006; Anas, 2014) adalah
cara menyajikan pelajaran dimana para peserta didik aktif dalam mengemukakan
pendapat, pengetahuan, maupun pengalaman dari materi yang telah ditentukan.
Tujuannya memecahkan masalah, menambah pengetahuan peserta didik, bertukar
pengetahuan/pendapat, namun bukan berupa debat yang bersifat adu argumentasi.
Kelebihan:
a. Melatih
peserta didik agar dapat menghargai pendapat orang lain;
b. Mendorong
peserta didik lebih aktif untuk mengemukakan pendapat
c. Merangsang
peserta didik lebih kreatif.
Kelemahan:
a. Seringkali
hanya didominasi oleh beberapa orang peserta didik.
b. Seringkali
diskusi meluas sehingga kesimpulan/pemecahan masalah menjadi kabur.
c. Kadang-kadang
peserta didik menjadi emosional dan tidak terkontrol.
3.
Demonstrasi atau demonstration (Kochlar,
1992) adalah Cara yang digunakan untuk membelajarkan peserta dengan tindakan
atau memperagakan langkah-langkah pengerjaan sesuatu. Demonstrasi merupakan
praktek yang diperagakan kepada peserta.
Kelebihan:
a. Perhatian
peserta didik dapat dipusatkan kepada hal-hal yang dianggap penting.
b. Dapat
membimbing peserta didik ke arah berfikir yang sama.
c. Peserta
didik mendapatkan gambaran yang jelas hasil dari pengamatannya.
d. Tidak
memerlukan keterangan yang banyak karena ditunjukkan melalui proses dan
gerakan.
e. Beberapa
persoalan atau keraguan dapat diperlihatkan/diperagakan pada waktu proses
demonstrasi.
Kelemahan:
a. Memerlukan
keterampilan guru secara khusus agar proses demonstrasi efektif.
b. Memerlukan
ketersediaan peralatan, tempat, dan waktu khusus.
c. Memerlukan
kesiapan dan perencanaan yang matang dan panjang..
4.
Penugasan - Recitation (Rianto, 2006;
Anas, 2014) adalah cara penyajian materi pelajaran dengan menugaskan kepada
peserta didik untuk melakukan kegiatan di luar jam pelajaran tatap muka.
Kelebihan:
a. Melatih
peserta didik melaksanakan serangkaian kegiatan agar dapat menemukan pengalaman
belajarnya, dan dapat menumbuhkan sikap hati-hati, teliti, tekun dan kreatif; mendorong kemampuan dalam memikirkan dan
melakukan sesuatu tanpa bantuan pihak lain.
b. Mendorong
peserta didik untuk menilai seberapa jauh kemampuannya dalam mengerjakan tugas.
Kelemahan:
a. Bila
dilakukan di luar jam belajar, peserta didik tidak mempunyai (berkurang) waktu
luang untuk istirahat atau melakukan kegiatan lainnya,
b. Peserta
didik tidak dapat bebas bertanya kepada guru hal-hal yang kurang dimengerti.
5.
Pengamatan - Observation (Anas, 2014;
Lakshmi, 2010; Vishwanath, 2006) adalah cara mempelajari materi pelajaran
dengan melakukan pengamatan dalam usaha memperoleh informasi mengenai obyek-obyek
dan kejadian-kejadian tertentu dengan menggunakan panca indra.
Kelebihan:
a. Memberi
kesempatan pada peserta didik untuk mengumpulkan data.
b. Dapat
memaksimalkan kemampuan pancaindra peserta didik melalui proses pengamatan yang
dilakukan.
c. Peserta
didik mempunyai pengalaman dan persepsi yang mungkin berbeda, tapi menjadi
pengalaman menarik dan penghayatan tersendiri bagi peserta didik.
Kelemahan:
a. Obyek
yang diamati belum tentu sesuai dengan kriteria tujuan pembelajaran, proses
dalam pengamatan belum tentu sesuai dengan tahapan-tahapan yang ingin
ditunjukkan guru.
b. Diperlukan
guru yang cakap dan mempunyai pengetahuan luas tentang obyek pengamatan, agar
dapat memahami materi yang diamati.
6.
Bercerita - Telling method (Kuswoyo,
2012) adalah Cara penyampaian pelajaran dengan menceritakan kisah-kisah atau
kejadian-kejadian tentang suatu hal, dengan tujuan agar peserta didik dapat
mengambil hikmah atau pelajaran, khususnya moral yang terkandung dalam cerita
tersebut.
Kelebihan:
a. Peserta
didik merenungkan dan memikirkan hikmah dari kejadian/peristiwa yang
dikisahkan.
b. Peserta
didik diajak untuk berimajinasi dan berfikir jauh.
c. Melalui
cara bercerita yang menarik, mampu memusatkan perhatian peserta didik.
Kelemahan:
a. Umumnya
hanya berlangsung satu arah, karena guru yang tahu jalan ceritanya.
b. Jika
kisah yang diceritakan kurang menarik atau suara guru kurang terdengar dapat
menimbulkan kantuk dan perasaan bosan dari peserta didik.
c. Hanya
efektif pada kelas kecil/sedang.
7.
Percobaan - experiment (Lakshmi, 2010;
Suyanto & Jihad, 2013) adalah cara yang dilakukan melalui suatu proses atau
percobaan dalam proses belajar mengajar. Metode percobaan dilakukan alat atau
media tertentu dan dilakukan lebih dari sekali. Metode ini membuat peserta
didik percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaan sendiri dari
pada hanya menerima kata guru atau dari buku. Peserta didik diajak untuk
mengembangkan sikap studi eksplorasi tentang ilmu atau teknologi, dan
diharapkan membawa terobosan-terobosan baru.
Kelebihan:
a. Menggali
gagasan murid tentang suatu percobaan.
b. Membuat
murid lebih berfikir kreatif.
c. Melatih
keterampilan murid.
Kelemahan:
a. Membutuhkan
bahan, peralatan dan ruang khusus untuk menyelenggarakan percobaan.
b. Daya tangkap murid berbeda pada pelajaran yang
diberikan.
C.
Hubungan
pengalaman belajar dengan metode mengajar
Pengalaman belajar(leaening
experience) merupakan suaatu proses kegitan belajar untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Keterampilan proses merupakan pendekatan belajar mengajar yang
mengarah kepada pengembangan kemampuan-kemampuan mental, fisik, dan social yang
mendasar sebagai penggerak kemampuan yang lebih tinggi dalam diri
siswa(Depdikbud). Pengalaman yang diperoleh siswa dalam pembelajaran dapat berupa
pengalaman intelektual, emosional, social, fisik motoric. Perkembangan itu
dicapai melalui seretan pengalaman, yaitu pengalaman mengindera, seperti
melihat dan mendengar. Pengalaman seperti berkomunikasi dan bekerjasama. Pengalaman
emosional, seperti dihargai dan dikagumi. Jadi hubungan pengalaman belajar
dengan metode mengajar adalah sama menempuh proses pengalaman belajar agar
terjadinya interaksi dalam proses pembelajaran sehingga tercapainya suatu
tujuan yang diinginkan serta menjadi berbuah hasil. Pendekatan belajar yang
mengarah kepada kemampuan-kemampuan mental, fisik dan sosial yang mendasar
sebagai penggerakan kemampuan –kemampuan yang lebih tinggi dalam diri siswa (
Depdikbud 1990:9).
DAFTAR PUSTAKA
Syarpuddin. 2019. Sukses mengajar di abad 21 ( keterampilan dasar mengajar dan pendekatan pembelajaran k13). Ponorogo: Uwais inspirasi Indonesia.
Ahmadi,abu.2005. strategi media pembelajaran. Bandung:pustaka setia.
Ma Roro Diah, wahyulestari.2018. ketrampilan dasar mengajar di SD . ISSN: 2621-6477.
Ahmadi,abu.2005. strategi media pembelajaran. Bandung:pustaka setia.
Ma Roro Diah, wahyulestari.2018. ketrampilan dasar mengajar di SD . ISSN: 2621-6477.
Aturan penulisan masih ada yg salah, dan daftra rujukan sedikit sekali
BalasHapusYa terimakasih pada @wulandadijulizuwendi atas kritakannya, smga ana lebih bisa meningkatkan lgi, ini sebuah pelajaran bagi ana,,, agar ana lebih baik lgi dalam pembuatan artikel ini
Hapus🙏👍
Artikelnya membantu kak,
BalasHapusSeperti apa metode yang dapat meningkatkan Motivasi siswa dalam belajar?
BalasHapus