TUGAS 7 dan 8 KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR I





TUGAS STRATEGI PEMBELAJARAN



TENTANG
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR I


DISUSUN OLEH
 RATNA JAMIL
 (1820177) PGSD 4.4


DOSEN PENGAMPU:
YESSI RIFMASARI, M.Pd



PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR(PGSD)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN AZDKIA
PADANG
2020










A.    Keterampilan bertanya
Menurut brown yang dikutip udin s. Saud dan cicih sutarsih (2007:59), menyatakan bahwa bertanya adalah setiap pernyataan yang mengkaji atau menciptakan ilmu pada diri siswa. Keterampilan bertanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, yang sekaligus merupakan bagian dari keberhasilan dalam pengelolaan instruksional dan pengelolaan kelas. Melalui keterampilan bertanya guru mampu mendeteksi hambatan proses berpikir di kalangan siswa dan sekaligus dapat memperbaiki dan meningkatkan proses belajar di kalangan siswa (sofa, 2008).
Ketarampiln bertanya menurut marno (2008 : 115) adalah suatu pengajaran itu sendiri, sebab pada umumnya guru dalam pegajaranya selalu melibatkan/menggunakan tanya jawab. Ketrampilan bertanya merupakan keterampilan yang digunakan untuk mendapatkan jawaban/balikan dari orang lain. Hampir seluruh proses evaluasi, pengukuran, penilaian, dan pengujian dilakukan melalui pertanyaan.ketrampilan bertanya adalah suatu pengajaran itu sendiri, sebab pada umumnya guru dalam pengajarannya selalu melibatkan tanya jawab. Jadi ketrampilan bertanya merupakan keterampilan yang digunakan untuk mendapatkan jawaban/balikan dari orang lain. Hampir seluruh proses evaluasi , pengukuran, penilaian, dan pengujian dilakukan melalui pertanyaan. Dalam proses investigasi, misalnya, pertanyaan yang baik akan menuntun kita pada jawaban yang sesungguhnya. Demikian juga sebaliknya, pertanyaan yang jelek akan menjauhkan kita dari jawaban yang memuaskan.  Dalam proses belajar mengajar, bertanya memegang peranan penting, sebab pertanyaan yang tersusus atas:
a.       Meningkatkan partisipasi murid dalam kegiatan belajar mengajar.
b.      Membangkitkan minat dan rasa ngin tahu murid terhada sesuatu yang sedang dibicarakan.
c.       Mengembangkan pola berpikir murid
d.      Memusatkan perhatian murid terhadap masalah yang dibahas.

1.      Tujuan keterampilan bertanya
Tujuan keterampilan bertanya antara lain:
a.        Membangkitkan minat dan ras ingin tahu peserta didik terhadap suatu masalh yang sedang dibicarakan. Dengan memberikan pertanyaan yang berbobot dan menarik perhatian siswa. Sehingga siswa bisa berpikir dengan pemahamannya sendiri serta dapat memicu siswa dalam berpikir. Pertanyaan yang diajukan harus sesuai dengan isu-isu yang baru yang menyangkut dengan anak-anak .
b.      Memusatkan perhatian siswa pada suatu masalah yang sedang dibahas.
c.       Memprediksi kesulitan-kesulitan khusus yang menghambat peserta didik dalam belajar agar pembelajaran berjalan dengan lancar.
d.      Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapatnya.
e.       Mendorng siswa untuk mengemukakan pendapat.
f.       Menguji dan melakukan evaluasi belajar siswa.
2.      Prinsip keterampilan bertanya
a.       Kehangatan yaitu, menunjukan perhatian kepada seluruh peserta didk bahwa kita menguasai persoalan yang dibahas dan pertanyaan yang kita ajukan memang sangat menarik, bukan asal-asalan bertanya.
b.      Antusias yaitu, guru bersemangat dalam memberikan materi sehingga siswa juga semangat dalam menerima materi pembelajaran dari gurunya.
c.       Kebiasaan yang perlu dihindari yaitu:
1)      Jangan mengulang-gulang jawaban peserta didik
2)      Jangan mengulang-gulang pertanyaan apabila peserta didik tidak mampu menjawabnya.
3)      Jangan menjawab sendiri pertanyaan yang diajukan sebelum peserta didik memperoleh kesempatan untuk menjawabnya.
4)      Usahakan agar peserta didik tidak menjawab pertanyaan yang serempak, sebab kita tidak mengetahui pasti siapa yang menjawab dengan benar dan salah.
5)      Menentukan siswa yang harus menjawab sebelum mengajukan pertnyaan. Karena itu, pertanyaan yang diajukan terlebih dahulu kepada siswa . Baru kemudian guru menunjuk salah seorang untuk menjawab.
6)      Pertanyaan ganda. Guru gadang mngajukan pertanyaan yang sifatnya ganda. Menghendaki beberapa jawaban atau kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa.

B.     Keterampilan memberikan penguatan
            Penguatan adalah respon terhadap suatu perilaku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali perilaku itu. Dalam rangka pengelolaan kelas, dikenal penguatan positif dan penguatan negatif. Penguatan positif adalah penguatan yang bertujuan untuk mempertahankan dan memelihara perilaku positif, sedangkan penguatan negatif merupakan penguatan perilaku dengan cara menghentikan atau menghapus rangsangan yang tidak menyenangkan. Misalnya dalam penguatan negatif, guru memberikan sindiran kepada siswa yang tidak memperhatikan saat guru tersebut menerangkan suatu materi pelajaran.
Manfaat penguatan bagi siswa, antara lain:
a.       Meningkatnya perhatian dalam belajar.
b.      Membangkitkan dan memelihara perilaku.
c.       Menumbuhkan rasa percaya diri.
d.      Memelihara suasana belajar yang kondusif.
Keterampilan memberikan penguatan merupakan keterampilan yang harus dikuasai oleh guru karena penguatan yang diberikan kepada siswa akan membangkitkan semangat dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Semangat siswa yang tinggi akan meningkatkan daya tangkap ilmu sehingga nantinya tujuan yang ingin dicapai oleh guru dapat diraih dengan baik.

1.      Komponen-komponen yang terdapat dalam pemberian penguatan
a.       Penguatan verbal
Salah satu bentuk penguatan yang bisa diberikan oleh guru untuk memotivasi siswa agar berpartisipasi dalam pembelajaran adalah lewat ucapan. Segala ungkapan kata-kata yang dilontarkan guru untuk menanggapi balik aktivitas siswa termasuk ke dalam penguatan verbal.
Beberapa contoh pemberian penguatan verbal: “ nana pintar”. Ayo teman-teman kita beri tepuk tangan untuk tuti.”
                  Beragam ucapan-ucapan lain yang bisa dilontarkan guru secara spontan, kata yang digunakan diusahakan bervariasi agar tetap segar dan bersemangat.  Dengan ucapan atau tanggapan balik tersebut siswa merasa terpuji, dihargai, diberikan perhatian, dan yang tidak kurang pentingnya adalah siswa merasa bahwa belajar tersebut sangat bermanfaat bagi dia.
b.      Penguatan non verbal
Memberikan tanggapan balik yang bertujuan agar siswa terdorong untuk lebih berprestasi, tidak terbatas dalam bentuk ucapan saja. Banyak bentuk pemberian penguatan yang dapat dipilih oleh guru, sehingga tidak membosankan bagi siswa. Bentuk-bentuk perbuatan tersebut dapat dibedakan dalam kategori berikut.





a.       Mimik dan gerak badan
Komunikasi akan berjalan dengan baik apabila dua orang atau lebih yang berinteraksi saling berhadapan.
b.      Mendekati
Setiap siswa memiliki kecenderungan yang sangat mungkin berbeda dengan temannya. Ada siswa yang senang dipuji dan dibesarkan hatinya dengan kata-kata manis dan simpatik, ada siswa yang puas hanya dengan senyuman atau tatapan bangga sesaat dari gurunya.
c.       Sentuhan
Kontak fisik atau sentuhan yang diberikan oleh guru suatu kebanggaan tersendiri bagi sekelompok siswa.
d.      Kegiatan yang menyenangkan hati siswa
Guru yang profesional berusaha mengenal kecenderungan dan karakter semua siswanya. Guru berusaha mengetahui hal-hal seperti apa yang lebih disenangi oleh siswa. Sehingga apabila diberikan suatu tugas, mereka merasa senang melakukannya.
e.       Simbol atau benda
Bentuk lain dari penguatan non verbal adalah simbol atau pemberian hadiah berbentuk benda. Misalnya guru mempersiapkan mainan kecil dan lucu atau alat tulis, atau mungkin hanya permen untuk dibagikan kepada siswa yang berpartisipasi secara aktif di dalam pembelajaran.
f.       Penguatan tak penuh
Pada penguatan ini, siswa yang menyampaikan pendapat yang kurang benar atau tidak benar tidak langsung disalahkan secara kasar tetapi dengan memberikan penguatan tetapi tidak penuh, misalnya “jawabanmu sudah baik, tetapi masih kurang tepat”.


C.    Keterampilan mengadakan variasi
Keterampilan menggunakan variasi adalah suatu keterampilan mengajar yang harus dikuasai guru dengan tujuan untuk menghilangkan kebosanan siswa dan kejenuhan  siswa dalam menerima bahan pengajaran yang diberikan guru serta untuk mengacu dan mengingat perhatian siswa sehingga siswa dapat aktif dan terpartisipasi dalam belajarnya. Tujuan mengadakan variasi menurut Marno dan Idris (2008 : 160) menyebutkan lima  tujuan menggunakan variasi mengajar.

1.      Tujuan dan manfaat keterampilan mengadakan variasi
Menarik perhatian peserta didik terhadap materi pembelajaran yang tengah dibicarakan.
Menjaga kelestarian proses pembelajaran baik secara fisik meupun metal.
Membangkitkan motivasi belajar selama proses pembelajaran.
Mengatasi situasi dan mengurangi kejenuhan dalam proses pembelajaran.
Memberikan kemungkinan layanan pembelajaran individual.
Prinsip-prinsip keterampilan mengadakan variasi:
Penggunaan keterampilan menggunakan variasi:
1.      Relevan dengan tujuan pembelajaran bahwa variasi mengjar digunakan untuk menunjang tercapainya kompetensi dasar
2.      Kontinyu dan fleksibel artinya variasi digunakan secara terus menerus selama KBM sesuai kondisi.
3.      Antusiasme dan hangat yang ditunjukkan oleh guru KBM berlangsung.
4.      Relevan dengan tingkat perkembangan peserta didik (LP31, 2010: 132)
D.    Keterampilan menjelaskan
Keterampilan menjelaskan merupakan aspek yang sangat penting bagi guru dan pengajar lain karena sebagian besar percakapan pembelajaran yang mempunyai pengaruh besar terhadap pemahaman siswa adalah berupa penjelasan. Penguasaan keterampilan menjelaskan yang didemonstrasikan guru akan memungkinkan siswa memiliki pemahaman yang mantap tentang masalah yang dijelaskan, serta meningkatnya keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Seorang guru harus dapat menjelaskan berbagai hal kepada peserta didiknya. Penjelasan yang disampaikan harus sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir peserta didik. Misalnya guru akan menjelaskan konsep ”atas”. Jika peserta didiknya adalah anak usia TK (4 – 5 tahun) maka dia harus menjelaskan konsep tersebut secara konkret dan nyata.
Pengertian menjelaskan adalah mendeskripsikan secara lisan tentang suatu benda, keadaan, fakta dan data sesuai dengan waktu dan hukum-hukum yang berlaku. Menjelaskan juga dapat diartikan sebagai penyajian informasi lisan yang diorganisasikan secara sistematis yang bertujuan untuk menunjukkan hubungan, mislnya antara sebab dan akibat, atau antara yang diketahui dan yang belum diketahui, atau antara hukum (dalil dan definisi) yang berlaku umum dengan ukti atau contoh sehari-hari.
Komponen-komponen Keterampilan Menjelaskan
Keterampilan memberikan penjelasan dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian besar, yaitu keterampilan merencanakan penjelasan dan keterampilan menyajikan penjelasan. Keberhasilan suatu penjelasan sangat tergantung dari tingkat npenguasaan guru terhadap kedua jenis komponen keterampilan tersebut. Oleh karena itu guru ditunutun untuk mampu merencanakan dan menyajikan penjelasan.
Keterampilan merencanakan penjelasan
Merencanakan penjelasan mencakup 2 subkomponen, yaitu yang berkaitan dengan isi pesan atau materi pembelajaran yang akan dijelaskan dan yang berkaitandengan siswa sebagai penerima pesan.
Merencanakan isi pesan (materi)
Merencanakan isi pesan atau materi pembelajaran merupakan tahap awal dalam proses menjelaskan. Tidak dapat dipungkiri bahwa perencanaan yang matang tentang materi yang akan diijelaskan merupakan awal keberhasilan dari kegiatan menjelaskan. Perencanaan ini mencakup 3 gal penting, yaitu:
1)      Menganalisis masalah yang akan dijelaskan secara keseluruhan, termasuk unsur-unsur yang terkait dalam masalah ini. Misalnya, penjelasan tentang perkembangan kosakata bahasa Indonesia, tidak dapat dilepaskan dari unsur-unsur komunikasi dan informasi antarsuku bangsa dan antar bangsa serta ciri khas bahasa indonesia itu sendiri.
2)      Mentapkan jenis hubungan antar unsur-unsur yang berkaitan tersebut. Jenis hubungan dapat berupa perbedaan, pertentangan, saling menunjang atau hubungan prasyarat. Sebagai contoh, perbedaan tekanan udara menyebabkan terjadinya angin atau udara yang mengalir.
3)      Menelaah hukum, rumus, prinsip atau bgeneralisasi yang mungkin dapat digunakan dalam menjelaskan masalahn yang ditentukan. Termasuk dalam perencanaan ini kemungkinan penerapan hukum tersebut dalam peristiwa atau situasi lain.
Menganalisis karakteristik penerimaan pesan
Dalam merencanak suatu penjelasan karaktristik siswa sebagai penerima pesan perlu dipertimbangkan dengan cermat.sasaran utama penjelasan yang diberikan guru adalah pemahaman siswa. Mampu tidaknya siswa memahami penjelasan guru sangat tergantung dari kemampuan guru menganalisis karakteristik siswa, kemudian menerapkan hasil analisis tersebut dalam merencanakan dan menyajikan penjelsan. Karakteristik siswa yang perlu dianalisis antara lain mencakup usia, jenis kelamin, jenjang kemampuan, latar belakang keluarga, dan lingkungan belajar. Dalam merencanakan penjelasan, perbedaan-perbedaan karakteristik siswa yang satu dengan yang lain harus selalu terbayang di benak guru.
Keterampilan menyajikan penjelasan
Keterampilan menyajikan penjelasan memegang peranan pentingdalam pelaksanaan rencana penjelasan yang sudah baik. Keterampilan menyajikan penjelasana terdiri dari komponen-komponen berikut.
Kejelasan
Kejelasan dari suatu penjelasan teergantung dari berbagai faktor seperti: kelancaran dan kejelasanucapan dalam berbicara, susunan kalimat yang baik dan benar, penggunaan istilah-istilah yang sesuai dengan perbendaharaan bahasa siswa, serta penggunaan waktu “dalam sejenak” untuk melihat reaksi siswa terhadap penjelasan yang diberikann. Kelancaran dan kejelasan ucapan dalam berbicara sangat menentukan kualitas suatu penjelaasan. Pembicaraan yang tersendat-sendat, terlalu banyaknya bunyi yang tidak berfungsi, seperti eee, ah, eh, atau “apa ya?, apa ya”, serta ketidakjelasan ucapan sangat mengganggu suatu penjelasan. Istila-istilah baru yang masih asing bagi siswa hendaknya diberi definisi yang mudah dipahami oleh siswa. Akhirnya, susunan kalimat dengan tata bahasa yang baku akan sangat membantu siswa untuk memahami penjelasan yang diberikan.

Tahap-tahapan dalam menjelaskan
Terdapat lima tahap dalam penjelasan: menyampaikan informasi, menerangkan, menjelaskan, memberi contoh, latihan.
1.    Menyampaikan informasi
Secara sederhana, menyampaikan informasi adalah memberi tahu. Dalam konteks pembelajaran, menyampaikan informasi adalah memberitahu peserta didik tentang definisi-definisi atau pengertian-pengertian dasar tentang materi pembelajaran.
2.    Menerangkan
Pada tahap ini guru menguraikan istilah-istilah asing yang belum dikenal peserta didik.
3.    Menjelaskan
Langkah inti adalah penjelasan. Penjelasan dimaksudkan untuk menunjukkan “mengapa”, “bagaimana” dan “untuk apa”. Pola penjelasan ini berupaya membuktikan hubungan antara dua hal atau lebih yang saling mempengaruhi, bahkan menunjukkan sebab-akibat.
4.    Pemberian contoh
Untuk meyakinkan pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah dijelaskan, berilah contoh konkret secara nyata.
5.    Latihan
Langkah terakhir di dalam pejelasan adalah latihan. Latihan peserta didik dengan mencari hubungan sebab-akibat pada fenomena atau peristiwa yang lain.

C.      Tujuan Keterampilan Menjelaskan
Beberapa tujuan yang akan dicapai dalam memberikan penjelasan di kelas antara lain :
       Untuk membimbing siswa- siswi memahami dengan jelas jawaban dari pertanyaan “mengapa” yang di kemukakan oleh guru atau yang diajukan oleh siswa-siswi.
1.    Menolong siswa-siswi mendapat dan memahami hukum, dalil, dan prinsip-prinsip umum secara objektip dan bernalar.
2.    Melibatkan siswa-siswi untuk berpikir memecahkan masalah atau pertanyaan.
3.    Untuk mendapat umpan balik dari siswa-siswi mengenai tingkat pemahamanya dan untuk mengatasi kesalahan pengertian mereka.
4.    Menolong siswa-siswi unk menghayati dan mendapat proses, peralatan, dan penggunaan bukti dalam penyelesaian keadaan 
5.    Membuat siswa berpikir secara logis, estetis, dan moral.
6.    Melatih siswa berpikir 
7.    Melatih siswa mandiri di dalam mengambil keputusan bagi dirinya.
8.    Menanamkan sikap yakin pada diri, bahwa berpikirnya benar (beri jawaban yang benar).
9.    Menuntun siswa kepada pengertian yang jelas dalam memecahkan pertanyaan “ apa, mengapa, dan bagaimana”.
10.  Melibatkan siswa dalam berpikir memecahkan masalah.
11.  Untuk memperoleh feedback dari siswa berdasarkan pada tingkat pengertian mereka/ menghindari salah pengertian.
12.  Membantu siswa menghargai dan memperoleh proses of reasoning (proses kiat) dan menggunakan bukti didalam memecahkan masalah.


DAFTAR PUSTAKA
Drs. Zainal Asril. 2010. Micro Teaching. Jakarta : Pt Raja Grapindo Persada.
Dr. Usman. 2010. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta : PT. Raja Grafindo Pesrsada.
Drs. Moh Uzer Usman. 2000.  Menjadi Guru Profesional. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya.



Komentar

  1. Masih ad cara penulisan yg salah, bisa d perbaiki lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukron @wulandarizuwendi smga bisa jadi perobahan untuk selanjutnya 🙏👍

      Hapus
  2. Bagaimana cara guru agar peserta didik tidak menjawab pertanyaan yang serentak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Guru harus menunjuk peserta didik yg ingin menjawab tersebut satu persatu agar anak tersebut bisa mengembangkan bakat nya

      Hapus

Posting Komentar