TUGAS 11 Pembelajaran Kegiatan Remedial

Pembelajaran Kegiatan Remedial

Kegiatan Remedial
Strategi 9
A.    Pengertian Pembelajaran Remedial
      Pengertian Program Remedial Program Remedial adalah program pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompentensi minimalnya dalam satu kompetensi dasar tertentu. Metode yang digunakan dapat bervariasi sesuai dengan sifat, jenis, dan latar belakang kesulitan belajar yang dialami peserta didik dan tujuan pembelajarannya pun dirumuskan sesuai dengan kesulitan yang dialami peserta didik. Pada program pembelajaran remedial, media belajar harus betul-betul disiapkan guru agar dapat mempermudah peserta didik dalam memahami pelajaran yang dirasa sulit.Alat evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran remedial pun perlu disesuaikan dengan kesulitan belajar yang dialami peserta didik.
       Pembelajaran remedial merupakan layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik untuk memperbaiki prestasi belajarnya sehingga mencapai kriteria ketuntasan yang  ditetapkan. Untuk memahami konsep penyelenggaraan model pembelajaran remedial, terlebih dahulu perlu diperhatikan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diberlakukan berdasarkan Permendiknas  22, 23, 24 Tahun 2006 dan Permendiknas No. 6 Tahun 2007 menerapkan sistem pembelajaran berbasis kompetensi, sistem belajar tuntas, dan sistem pembelajaran yang memperhatikan perbedaan individual peserta didik. Sistem dimaksud ditandai dengan dirumuskannya secara jelas standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dikuasai peserta didik. Penguasaan SK dan KD setiap peserta didik diukur menggunakan sistem penilaian acuan kriteria. Jika seorang peserta didik mencapai standar tertentu maka peserta didik dinyatakan telah mencapai ketuntasan.
            Penting untuk dipahami guru Remedial bukan mengulang tes (ulangan harian) dengan materi yang sama, tetapi guru memberikan perbaikan pembelajaran pada KD yang belum dikuasai oleh peserta didik melalui upaya tertentu. Setelah perbaikan pembelajaran dilakukan, guru melakukan tes untuk mengetahui apakah peserta didik telah memenuhi kompetensi minimal dari KD yang diremedialkan.


Pengertian Remedial Menurut Para Ahli:
·         Menurut Mulyadi (2010), pengajaran remedial adalah pengajaran khusus yang memperbaiki kemampuan peserta didik dari kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Remedial teaching adalah suatu pengajaran yang berguna untuk memperbaiki atau mengatsi kesulitan dan kelemahan siswa dalam menguasai meteri pelajaran tertentu untuk mencapai tujuan yang diharapkan ,dengan sifat belajar yang lebih khusus mengguanakn individual. Penting untuk dipahami guru Remedial bukan mengulang tes (ulangan harian) dengan materi yang sama, tetapi guru memberikan perbaikan pembelajaran pada KD yang belum dikuasai oleh peserta didik melalui upaya tertentu. Setelah perbaikan pembelajaran dilakukan, guru melakukan tes untuk mengetahui apakah peserta didik telah memenuhi kompetensi minimal dari KD yang diremedialkan. Siswa yang harus yang termasuk kategori kelompok pembelajran remedial yaitu:
a.       Kemampuan mengigat relative kurang .
b.      Perhatian yang sangat kurang dan mudah terganggu dengan sesuatu yang lain di sekitarnya pada saat belajar.
c.       Relative lemah dalam memahami secara menyeluruh .
d.      Lemah dalam memecahkan masalah.
e.       Takut untuk mengemukakan pendapat.
f.       Sering gagal dalam menyimak suatu gagasan dari sumber informasi.
g.      Mengalami kesulitan dalam memahami suatu konsep yang abstrak.
h.      Gagal menghubungkan suatu konsep dengan konsep lainnya yang relevan.
i.        Mememrlukan waktu relative lebih lama dalam menyelesaikan tugas.

B.     Tujuan Pembelajaran Remedial
1.      Tujuan guru melaksanakan kegiatan remedial adalah membantu siswa yang mengalami kesulitan menguasai kompetensi yang telah ditentukan agar mencapai hasil belajar yang lebih baik.
2.      Memperbaiki miskonsepsi siswa sehingga siswa dapat mncapai kompetensi yang telah ditetapkan berdasarkan kurikulum yang berlaku. 
3.      Memahami dirinya, khususnya yang menyangkut prestasi belajar meliputi segi kekuatan, kelemahan, jenis dan sifat kesulitan.
4.      Memperbaiki cara-cara belajar ke arah yang lebih baik sesuai dengan kesulitan yang dihadapi.
5.      Memilih materi dan fasilitas belajar  secara tepat untuk mengatasi kesulitan belajarnya.
6.      Mengembangkan sikap-sikap dan kebiasaan baru yang dapat mendorong tercapainya hasil belajar yang baik.
7.      Mengatasi hambatan-hambatan belajar yang menjadi latar belakang kesulitannya

C.    Fungsi Pembelajaran Remedial
A.    Fungsi korektif, yakni mengadakan perbaikan atau pembetulan terhadap kesalahan-kesalahn yang dilakuakn oleh siswa.
B.     Fungsi penyesuaian yakni, membuat siswa mampu memahami diri dalam kemampuan dan keterampilannya.
C.     Fungsi pengayaan yakni, pengajuan perbaikan yang diharapkan mampu memperkaya pengetahuan.
D.    Fungsi mempercepat yakin, perbaikan diharapkan akan dapat mempercepat penguasaan siswa terhadap bahan pelajaran.

D. Prinsip Pembelajaran Remedial
Prinsip-prinsip yang perlu harus diperhatikan pada saat prose pembelajaran remedial antara lain:
1.      Adaptif
            Pembelajaran remedial layaknya peserta didik harus belajar sesuai dengan daya tangkap, kesempatan, dan gaya belajar masing-masing.
2.      Interaktif
            Pembelajaran remedial hendaknya melibatkan keaktifan guru untuk secara intensif berinteraksi dengan peserta didik dan selalu memberikan monitoring dan pengawasan agar mengetahui kemajuan belajar peserta didiknya.
3.      Fleksibilitas dalam metode pembelajaran dan penilaian
            Program pembelajaran remedial harus menggunakan berbagai macam metode pembelajaran dan metode penilaian yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
4.      Pemberian umpan balik sesegera mungkin
            Informasi berupa umpan balik untuk kepada peserta didik agar dapat mengenai kemajuan belajarnya perlu diberikan sesegera mungkin agar dapat menghindari kekeliruan belajar terus menerus.
5.      Pelayanan sepanjang waktu
            Program Pembelajaran remedial diharapkan berkesinambungan atau terus menerus dan programnya selalu tersedia agar setiap saat peserta didik dapat mengaksesnya sesuai dengan kesempatan masing-masing.

E.     Metode Dalam Pembelajaran Remedial
1.      Pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda.
      Pembelajaran ulang dapat disampaikan dengan cara penyederhanaan materi, variasi cara penyajian, penyederhanaan tes/pertanyaan. Pembelajaran ulang dilakukan bilamana sebagian besar atau semua peserta didik belum mencapai ketuntasan belajar atau mengalami kesulitan belajar. Pendidik perlu memberikan penjelasan kembali dengan menggunakan metode dan/atau media yang lebih tepat.
2.      . Belajar mandiri / pemberian bimbingan secara khusus
      Dalam hal pembelajaran bagi peserta didik yang mengalami kesulitan,  perlu dipilih alternatif tindak lanjut berupa pemberian bimbingan secara individual. Pemberian bimbingan perorangan merupakan implikasi peran  pendidik sebagai tutor. Sistem tutorial dilaksanakan bilamana terdapat satu atau beberapa peserta didik yang belum berhasil mencapai ketuntasan.
3.      Pemberian tugas / latihan.
      Dalam rangka menerapkan prinsip pengulangan, tugas-tugas latihan perlu diperbanyak agar peserta didik tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan tes akhir. Peserta didik perlu diberi latihan intensif (drill) untuk membantu menguasai kompetensi yang ditetapkan.
4.      Belajar kelompok dengan bimbingan alumni / tutor sebaya.
      Tutor sebaya adalah teman sekelas yang memiliki kecepatan belajar lebih. Mereka perlu dimanfaatkan untuk memberikan tutorial kepada rekannya yang mengalami kelambatan belajar. Dengan teman sebaya diharapkan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar akan lebih terbuka dan akrab.
5.      Dan lain-lain yang semuanya diakhiri dengan ulangan.
      Hasil belajar yang menunjukkan tingkat pencapaian kompetensi melalui penilaian diperoleh dari penilaian proses dan penilaian hasil. Penilaian proses diperoleh melalui postes, tes kinerja, observasi dan lain-lain. Sedangkan penilaian hasil diperoleh melalui ulangan harian, ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester.
Jika peserta didik tidak lulus karena penilaian hasil maka sebaiknya hanya mengulang tes tersebut dengan pembelajaran ulang jika diperlukan. Namun apabila ketidaklulusan akibat penilaian proses yang tidak diikuti (misalnya kinerja praktik, diskusi/presentasi kelompok) maka sebaiknya peserta didik mengulang semua proses yang harus diikuti.

F.     Prosedur Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Remedial
Dalam melaksanakan kegiatan remedial ada beberapa langkah yaitu:
1.      Analisis hasil diagnosis
      Melalui kegiatan diagnosis guru akan mengetahui para siswa yang perlu mendapatkan bantuan. Untuk keperluan kegiatan remedial, tentu yang menjadi fokus perhatian adalah siswa-siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar yang ditunjukkan tidak tercapainya kriteria keberhasilan belajar. Apabila kriteria keberhasilan 80 %, maka siswa yang dianggap berhasil jika mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas, sedangkan siswa yang mencapai tingkat penguasaannya di bawah 80 % dikategorikan belum berhasil. Mereka inilah yang perlu mendapatkan remedial. Setelah guru mengetahui siswa-siswa mana yang harus mendapatkan remedial, informasi selanjutnya yang harus diketahui guru adalah topik atau materi apa yang belum dikuasai oleh siswa tersebut. Dalam hal ini guru harus melihat kesulitan belajar siswa secara individual. Hal ini dikarenakan ada kemungkinan masalah yang dihadapi siswa satu dengan siswa yang lainnnya tidak sama. Padahal setiap siswa harus mendapat perhatian dari guru.
2.      Menemukan penyebab kesulitan
      Sebelum anda merancang kegiatan remedial, terlebih dahulu harus mengetahui mengapa siswa mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran. Faktor penyebab kesuliatan ini harus diidentifikasi terlebih dahulu, karena gejala yang sama yang ditunjukkan oleh siswa dapat ditimbulkan sebab yang berbeda dan faktor penyebab ini akan berpengaruh terhadap pemilihan jenis kegiatan remedial.
3.      Menyusun rencana kegiatan remedial
      Setelah diketahui siswa-siswa yang perlu mendapatkan remedial, topik yang belum dikuasai setiap siswa, serta faktor penyebab kesulitan, langkah selanjutnya adalah menyusun rencana pembelajaran. Sama halnya pada pembelajaran pada umumnya, komponen-komponen yang harus direncanakan dalam melaksanakan kegiatan remedial adalah sebagai berikut;
a.       Merumuskan indikator hasil belajar
b.      Menentukan materi yang sesuai engan indikator hasil belajar
c.       Memilih strategi dan metode yang sesuai dengan karakteristik siswa
d.      Merencanakan waktu yang diperlukan
e.       Menentukan jenis, prosedur dan alat penilaian.

4.      Melaksanakan kegiatan remedial
      Setelah kegiatan perencanaan remedial disusun,langkah berikutnya adalah melaksanakan kegiatan remedial. Sebaiknya pelaksanaan kegiatan remedial dilakukan sesegera mungkin, karena semakin cepat siswa dibantu mengatasi kesulitan yang dihadapinya, semakin besar kemungkinan siswa tersebut berhasil dalam belajarnya.
5.      Menilai kegiatan remedial
      Untuk mengetahui berhasil tidaknya kegiatan remedial yang telah dilaksanakan, harus dilakukan penilaian. Penilaian ini dapat dilakukan dengan cara mengkaji kemajuan belajar siswa.apabila siswa mengalami kemauan belajar sesuai yang diharapkan, berarti kegiatan remedial yang direncanakan dan dilaksanakan cukup efektif membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. Tetapi, apabila siswa tidak mengalami kemajuan dalam belajarnya berarti kegiatan remedial yang direncanakan dan dilaksanakan kurang efektif. Untuk itu guru harus menganalisis setiap komponen pembelajaran.
G.    Bentuk Kegiatan Remedial
1.      Memberikan tambahan penjelasan atau contoh Peserta didik kadang-kadang mengalami kesulitan memahami penyampaian materi pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang disajikan hanya sekali, apalagi kurang ilustrasi dan contoh. Pemberian tambahan ilustrasi, contoh dan bukan contoh untuk pembelajaran konsep misalnya akan membantu pembentukan konsep pada diri peserta didik.
2.      Menggunakan strategi pembelajaran yang berbeda dengan sebelumnya. Penggunaan alternatif berbagai strategi pembelajaran akan memungkinkan peserta didik  dapat mengatasi masalah pembelajaran yang dihadapi.
3.      Mengkaji ulang pembelajaran yang lalu.Penerapan prinsip pengulangan dalam pembelajaran akan membantu peserta didik menangkap pesan pembelajaran. Pengulangan dapat dilakukan dengan menggunakan metode dan media yang sama atau metode dan media yang  berbeda.
4.      Menggunakan berbagai jenis mediaperhatian memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Semakin memperhatikan, hasil belajar akan lebih baik. Penggunaan berbagai jenis  media dapat menarik perhatian peserta didik.

DAFTAR PUSTAKA
Natawijaya. Pengajaran Remedial. Jakarta:Depdikbud.1983.
Rienties B, Martin Rehm, And Joost Dijkstra (2005). Remedial Online Teaching In Theory And Practice. Netherlands: Maastricht University Publ.
Slamet .2015. Pembelajaran Untuk Meningkatkan Ketuntasan Belajar Siswa. Jurnal An-Nuha.Vol.2, No.1

Komentar

Posting Komentar